Apakah P³n¹s Bisa Patah?
Penis sebenarnya tidak punya tulang, tapi bisa mengalami kondisi yang sering disebut "penis patah". Mari aku jelaskan runtut:
🔹 Struktur Penis
Secara anatomi, penis tersusun dari beberapa bagian utama:
- Korpus kavernosum (2 buah)
- Jaringan spons yang berpasangan, letaknya di sisi kiri dan kanan penis.
- Fungsinya untuk menampung darah saat ereksi.
- Korpus spongiosum (1 buah)
- Jaringan spons tunggal yang ada di bagian bawah penis, membungkus uretra (saluran kencing).
- Lebih lunak agar uretra tidak tertekan saat ereksi.
- Tunica albuginea
- Lapisan jaringan ikat yang kuat dan elastis, membungkus korpus kavernosum.
- Inilah yang menjaga bentuk penis saat ereksi.
- Pembuluh darah & saraf
- Memberi suplai darah dan sensasi.
- Glans penis (kepala penis)
- Bagian ujung yang lebih sensitif.
🔹 Kenapa Penis Bisa Ereksi (Kaku Tanpa Tulang)?
- Ereksi terjadi karena aliran darah meningkat drastis ke korpus kavernosum melalui arteri penis.
- Darah itu terperangkap karena vena (pembuluh balik) menyempit → darah masuk banyak, tapi keluar sedikit.
- Akibatnya, korpus kavernosum mengembang dan ditekan oleh tunica albuginea → penis menjadi kaku seperti ada tulangnya, padahal hanya darah yang mengeras dalam jaringan spons.
Makanya, ereksi disebut juga fenomena hidrolik, bukan karena adanya tulang.
🔹 Apakah Penis Bisa Patah?
Meskipun tidak ada tulang, penis bisa patah dalam arti robeknya tunica albuginea (lapisan keras yang membungkus korpus kavernosum).
- Kondisi ini disebut penile fracture (fraktur penis).
- Biasanya terjadi saat ereksi, karena tekanan di dalam penis sedang sangat tinggi.
- Penyebab paling umum:
- Saat berhubungan seksual dengan posisi tertentu (misalnya penis terbentur keras atau tertekuk tiba-tiba).
- Cedera karena dibengkokkan dengan paksa.
- Gejala yang muncul:
- Ada suara "popping" atau "crack".
- Rasa sakit mendadak.
- Penis langsung kehilangan ereksi.
- Pembengkakan dan memar (hematoma).
Kondisi ini darurat medis dan sering perlu operasi untuk memperbaiki robekan tunica albuginea, kalau tidak bisa menyebabkan disfungsi ereksi permanen atau kelengkungan penis.
👉 Jadi, singkatnya: penis tidak punya tulang, tapi bisa tampak kaku karena mekanisme darah yang terperangkap di jaringan spons. Namun, karena dikelilingi lapisan keras (tunica albuginea), penis tetap bisa "patah" jika lapisan itu robek saat ereksi.

Posting Komentar untuk "Apakah P³n¹s Bisa Patah?"
Posting Komentar